Langsung ke konten utama

Pura-pura


Berpura-pura selagi kamu masih muda. Asal jangan berpura-pura bahwa kamu mencintai seseorang, padahal kamu amat membencinya. Itu namanya bermuka dua. Tapi terkadang manusia sangat butuh bersikap "muka dua".

Untuk apa? Untuk menjadi, atau menyesuaikan dengan keadaannya. Agar tidak terjadi selisih paham, atau agar pandangan orang tentang kita tidak buruk.

Tapi kamu pernah gak sih ngebayangin, kamu berpura-pura mencintai seseorang? Itu rasanya gak enak. Sampai kapanpun kalau hati kita untuk yang lain, kita akan sulit menerima keadaan sebenarnya. Bahwa "Yang lain" tidak mencintai kita, atau kita memang tidak bisa saling dekat, karena suatu hal.

Berbeda jika hati kita sedang tidak mengharapkan cinta dari yang lain. Mungkin pura-puranya tidak begitu sakit, lebih ke arah kita berpura-pura untuk menerima cintanya.

Tapi maaf, aku bukan tipe orang yang suka "dicintai dengan kepura-puraan" lebih baik kau bersanding dengan dia yang kau cintai, daripada harus berpura-pura mencintaiku, padahal hatimu bukan untukku. 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Menyukaimu

     Selama 3 tahun kita berada dalam satu kelas yang sama. Ketika berada di kelas kita sangat dekat karena memang selalu saja ada topik pembicaraan yang membuat kita tanpa sadar sampai lupa waktu. Ternyata banyak kesamaan antara kita berdua. Sampai pada akhirnya entah kapan sesuatu itu muncul, aku mulai menyadarinya. Namun aku belum berani memberi tahumu sampai waktu yang tepat. Mungkin sebelum hari kelulusan.      Sampai pada akhirnya, hari itu tiba. Hari dimana aku sudah tidak bisa menahan semuanya. Sudah terlalu lama aku menyimpannya sendiri. Aku ingin memberitahumu apapun jawabanmu. Tapi aku sedikit khawatir, aku khawatir apa kita masih bisa bersikap seperti biasa? Sebelum aku melakukan hal ini. Kini pikiranku dipenuhi oleh bagaimana cara memberitahumu tentang perasaanku.      Aku mengajakmu bertemu sore ini di sebuah taman bermain yang berada dekat sekolah kita. Disana ada permainan anak-anak, ayunan, jungkat jungkit dan yang lainnya. ...

Selamat ya, kamu hebat!

      Hari ulang tahun adalah hari yang ditunggu semua orang. Apalagi kalau orang itu memiliki banyak teman di sekitarnya. Seperti aku, aku adalah pengurus OSIS di SMA ku. Dan hari ini, tanggal 16 Januari aku berulang tahun. Aku senang karena aku memiliki banyak teman, aku juga senang karena memiliki seorang kekasih yang sangat peduli padaku. Sikapnya yang dingin kepada semua orang itu tidak berlaku untukku. Setiap hari ia selalu menggenggam tanganku, bertanya bagaimana perasaanku hari itu, apa saja hal yang menarik yang terjadi pada hari itu.     Jam dinding di ruang OSIS menunjukkan pukul 5 sore. Aku masih menunggu dia disini sampai dia menyelesaikan kelasnya. Teman-temanku yang lain sudah pamit setelah memberiku kejutan istimewa. Aku menatap layar ponselku, membuka kuncinya, mematikan layarnya, membuka kuncinya lagi, mematikan layarnya lagi, berulang-ulang entah sampai berapa kali. Aku menunggu pesan darinya.     Kini jam sudah menunjukkan pukul 6 s...

Selamat Berjuang!!!

Maaf, aku hanya sedang mencoba adil pada semesta. Kamu tidak bersalah. Akulah yang bersalah. Karena sedari awal sudah bersikap terlalu terbuka. Membuatmu bingung. Lalu menganggapku memiliki rasa yang sama. Dari pertama bertemu. Aku sudah berkata, "Jangan sampai kau jatuh padaku, karena bagiku selamanya seorang teman akan tetap menjadi teman." Aku tidak tertarik menjalin hubungan lebih dengan seorang yang berasal dari teman. Aku tidak ingin pertemanan kita berakhir oleh rasa. Rasa yang tidak tahu ujungnya akan seperti apa. Maaf aku mencoba menghilang. Kuharap kau tidak mencariku. Jangan! Jangan mencariku. Aku tidak suka dicari dan dicemaskan olehmu. Pergilah sesukamu. Jangan hadir kembali di kehidupanku. Bawa perasaanmu. Perasaanmu lebih baik untuk orang yang tepat. Orang itu bukan aku. Semoga kau beruntung. Berhasil menemukan seseorang yang pantas mendapatkan perasaanmu. Yang mampu membalasmu. Selamat berjuang teman !