Langsung ke konten utama

Aku Pamit

Siang ini, saat aku keluar dari dalam kelas selesai ujian. Aku melihatmu berdiri di depan kelas yang hanya berjarak satu kelas denganku.

Aku lihat, kau bersandar pada dinding sambil berbincang dengan temanmu yang lain. Membuatku tersenyum tanpa sadar.

Aku terus memperhatikan setiap gerak-gerikmu, tanpa kamu sadari ekspresi wajahku berubah. Saat seorang wanita datang menghampirimu dan kalian saling melempar senyum juga tawa.

Seketika seperti ada desiran di hatiku, aku berusaha mengalihkan pandanganku. Mencoba bersua dengan temanku yang lain, tapi mataku tetap saja berusaha mencarimu.

Ah, aku lelah seperti ini. Hanya berani menatapmu dari jauh, mengagumi ciptaan Tuhan itu. Lidahku kelu, langkahku kaku ketika kamu ada di sekitarku.

Bayangkan saja, menatapmu pun aku tak kuasa. Apalagi menyapa lalu tersenyum.

Sudahlah, aku sudah ikhlaskanmu. Aku denganmu hanya sampai dibagian cerita ini. Jangan pernah menoleh ke arahku, lalu melempar senyummu itu. Jangan pernah menyapaku seperti sedia kala.

Atau.. Semua usahaku akan hancur. Ya, bisa-bisa aku kembali pada posisi menginginkanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Menyukaimu

     Selama 3 tahun kita berada dalam satu kelas yang sama. Ketika berada di kelas kita sangat dekat karena memang selalu saja ada topik pembicaraan yang membuat kita tanpa sadar sampai lupa waktu. Ternyata banyak kesamaan antara kita berdua. Sampai pada akhirnya entah kapan sesuatu itu muncul, aku mulai menyadarinya. Namun aku belum berani memberi tahumu sampai waktu yang tepat. Mungkin sebelum hari kelulusan.      Sampai pada akhirnya, hari itu tiba. Hari dimana aku sudah tidak bisa menahan semuanya. Sudah terlalu lama aku menyimpannya sendiri. Aku ingin memberitahumu apapun jawabanmu. Tapi aku sedikit khawatir, aku khawatir apa kita masih bisa bersikap seperti biasa? Sebelum aku melakukan hal ini. Kini pikiranku dipenuhi oleh bagaimana cara memberitahumu tentang perasaanku.      Aku mengajakmu bertemu sore ini di sebuah taman bermain yang berada dekat sekolah kita. Disana ada permainan anak-anak, ayunan, jungkat jungkit dan yang lainnya. ...

Selamat ya, kamu hebat!

      Hari ulang tahun adalah hari yang ditunggu semua orang. Apalagi kalau orang itu memiliki banyak teman di sekitarnya. Seperti aku, aku adalah pengurus OSIS di SMA ku. Dan hari ini, tanggal 16 Januari aku berulang tahun. Aku senang karena aku memiliki banyak teman, aku juga senang karena memiliki seorang kekasih yang sangat peduli padaku. Sikapnya yang dingin kepada semua orang itu tidak berlaku untukku. Setiap hari ia selalu menggenggam tanganku, bertanya bagaimana perasaanku hari itu, apa saja hal yang menarik yang terjadi pada hari itu.     Jam dinding di ruang OSIS menunjukkan pukul 5 sore. Aku masih menunggu dia disini sampai dia menyelesaikan kelasnya. Teman-temanku yang lain sudah pamit setelah memberiku kejutan istimewa. Aku menatap layar ponselku, membuka kuncinya, mematikan layarnya, membuka kuncinya lagi, mematikan layarnya lagi, berulang-ulang entah sampai berapa kali. Aku menunggu pesan darinya.     Kini jam sudah menunjukkan pukul 6 s...

Selamat Berjuang!!!

Maaf, aku hanya sedang mencoba adil pada semesta. Kamu tidak bersalah. Akulah yang bersalah. Karena sedari awal sudah bersikap terlalu terbuka. Membuatmu bingung. Lalu menganggapku memiliki rasa yang sama. Dari pertama bertemu. Aku sudah berkata, "Jangan sampai kau jatuh padaku, karena bagiku selamanya seorang teman akan tetap menjadi teman." Aku tidak tertarik menjalin hubungan lebih dengan seorang yang berasal dari teman. Aku tidak ingin pertemanan kita berakhir oleh rasa. Rasa yang tidak tahu ujungnya akan seperti apa. Maaf aku mencoba menghilang. Kuharap kau tidak mencariku. Jangan! Jangan mencariku. Aku tidak suka dicari dan dicemaskan olehmu. Pergilah sesukamu. Jangan hadir kembali di kehidupanku. Bawa perasaanmu. Perasaanmu lebih baik untuk orang yang tepat. Orang itu bukan aku. Semoga kau beruntung. Berhasil menemukan seseorang yang pantas mendapatkan perasaanmu. Yang mampu membalasmu. Selamat berjuang teman !